Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea buka suara soal tuntutan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek )Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Hotman meminta Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Kejaksaan Agung dan dirinya untuk menggelar perkara di Istana Merdeka.
Ia menegaskan akan memberikan pembuktian langsung di hadapan Prabowo bahwa Nadiem tidak bersalah.
Hal itu disampaikan Hotman melalui akun media sosial @iwanregar16, Minggu (17/5/2025).
"Sekali lagi, saya hanya membutuhkan 10 menit untuk membuktikan itu di depan Bapak Prabowo, yang pernah jadi klien saya 25 tahun. Seluruh rakyat Indonesia ingin agar hukum benar-benar ditegakkan. Saya akan membuktikan Nadiem Makarim tidak melakukan tindak pidana korupsi," tegas Hotman.
Dalam unggahan tersebut secara terbuka Hotman meminta Presiden untuk memanggil pihak kejaksaan dan dirinya sebagai pengacara Nadiem Makarim dalam gelar perkara.
Hotman bahkan hanya meminta waktu 10 menit kepada Prabowo untuk memaparkan bukti tersebut dihadapan dirinya dan masyarakat.
Hotman beranggapan langkah ini penting agar hukum di tanah air dapat ditegakkan secara tegas dan adil.
Ia juga menyebut Prabowo pernah menjadi kliennya selama 25 tahun tanpa masalah hukum.
"Karena itu saya minta kesempatan untuk membuktikan Nadiem tidak bersalah," ujar Hotman.
Diketahui, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menuntut Nadiem Makarim 18 tahun penjara dalam sidang di PN Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2025).
Selain hukuman penjara, Nadiem juga dituntut denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan, uang pengganti Rp809 miliar dan Rp4,8 triliun subsider 9 tahun penjara.
Dalam tuntutannya, jaksa menilai perbuatan Nadiem tidak mendukung program pemerintah yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Usai sidang, Nadiem mengaku kecewa dan menyebut tuntutan jaksa lebih berat dari pelaku pembunuh atau teroris.
"Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan," kata Nadiem kepada awak media. Ia menegaskan tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaannya saat itu.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Alinda Panca
Editor Video : Bima Respati
Uploader: Radifan Setiawan
Sumber: Tik tok @iwanregar16