KOMPASTV banner
KOMPASTV avatar
KOMPASTV
@kompastv
Subscribers19.9M
Views16.3B
Videos401.9K
KOMPASTVPublished at May 28, 2026 at 11:58 PM2:12
1 Keluarga Tewas di Tenda Glamping Wisata Temanggung, Diduga Keracunan | BERUT thumbnail

1 Keluarga Tewas di Tenda Glamping Wisata Temanggung, Diduga Keracunan | BERUT

9 days agoActive window
1 keluarga tewas4 orang tewaskeracunantemanggungtenda glampingkeluarga tewas tenda
Published time
May 28, 2026 at 11:58 PM
Duration
2:12
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
7.1K
Likes
30
Comments
11
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$3.2 - $18.7
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
1 keluarga tewas
Video Description
TEMANGGUNG, KOMPAS.TV - Empat orang dari satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah tenda di kawasan wisata di kawasan Temanggung, Jawa Tengah. Keempatnya meninggal diduga karena keracunan. Suasana hening di sebuah kawasan wisata dataran tinggi di Temanggung, Jawa Tengah, tiba-tiba berubah mencekam, usai satu keluarga ditemukan meninggal dunia. Muhamad Ali Munawar, bersama Sitri, Maghfirah serta kedua anaknya, Alvino Evan Hakim dan Amar Hakiki, awalnya mulai menginap di tenda pada hari Selasa (26/5/2026). Namun keesokan harinya saat dihampiri oleh pengelola wisata untuk dimintai check-out, keempatnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Polisi masih menunggu hasil otopsi tim DVI Polda Jateng, untuk memastikan penyebab keempat korban meninggal dunia. Dugaan sementara korban meninggal, akibat keracunan. Usai diotopsi, keempat jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga. Seorang rekan korban tak menyangka almarhum yang dikenal baik, meninggal saat berwisata bersama keluarganya. Setelah dilakukan upacara di rumah duka, keempat jenazah tersebut langsung dimakamkan. Baca Juga Geger! 1 Keluarga Ditemukan Tewas dalam Tenda di Temanggung, Ini Temuan Polisi di https://www.kompas.tv/nasional/671605/geger-1-keluarga-ditemukan-tewas-dalam-tenda-di-temanggung-ini-temuan-polisi #keluargatewas #tenda #temanggung _ Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/671662/1-keluarga-tewas-di-tenda-glamping-wisata-temanggung-diduga-keracunan-berut
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: 1 keluarga tewas
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.