Video Description
#tribuntimur #tribunnews #haji #LAPORANHAJI
MINA — Lautan manusia memadati kawasan Jamarat, Mina, Arab Saudi, saat jutaan jemaah haji dari berbagai negara melaksanakan prosesi lempar jumrah pada rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Sejak Rabu (27/5/2026) pagi, arus jemaah terlihat terus mengalir menuju kompleks Jamarat. Jalan-jalan utama hingga terowongan Mina sepanjang sekitar 4,5 kilometer dipenuhi jemaah berpakaian ihram putih yang berjalan kaki sambil melantunkan talbiyah.
Pantauan di lokasi menunjukkan jemaah asal Indonesia berbaur dengan jemaah dari berbagai negara seperti Turki, Pakistan, India hingga Kyrgyzstan. Meski suhu di Mina mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, semangat jemaah untuk menuntaskan ibadah lempar jumrah tetap tinggi.
Banyak jemaah membawa payung, semprotan air, hingga handuk basah untuk mengurangi paparan panas selama perjalanan menuju Jamarat. Kalimat talbiyah “Labbaik Allahumma Labbaik” terus menggema di sepanjang jalur menuju lokasi lontar jumrah.
Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian wajib haji yang dilakukan dengan melempar tujuh batu kerikil ke tiga tiang jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Pada 10 Dzulhijjah atau hari pertama lempar jumrah, jemaah melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali lemparan. Sementara pada hari-hari tasyrik, jemaah melanjutkan lontaran ke tiga titik jumrah tersebut.
Di tengah padatnya arus jemaah dan cuaca ekstrem, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan larangan bagi jemaah Indonesia untuk melakukan lempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heryawan mengatakan kebijakan tersebut merupakan instruksi dari Kementerian Haji Arab Saudi demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah.
“Seluruh jemaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan bahwa pukul 10.00 pagi hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda,” ujar Ian dalam keterangannya.
Menurut Ian, jam-jam tersebut merupakan waktu paling rawan karena suhu udara sangat panas dan kawasan Jamarat mengalami kepadatan tinggi.
“Kami memerintahkan seluruh petugas di lapangan untuk melaksanakan instruksi ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Untuk mengurai kepadatan, Kementerian Haji dan Umrah RI juga telah membagi jadwal lempar jumrah bagi jemaah Indonesia dalam beberapa sesi selama hari tasyrik.
Pada 11 Dzulhijjah atau Kamis (28/5/2026), jemaah dijadwalkan melempar jumrah pada pukul 17.00–24.00 WAS dan dilanjutkan pukul 00.00–04.00 WAS. Sementara waktu larangan berlaku pukul 11.00–18.00 WAS.
Kemudian pada 12 Dzulhijjah atau Jumat (29/5/2026), lempar jumrah dilakukan pukul 05.00–10.30 WAS dan dilanjutkan pukul 18.00–24.00 WAS, dengan larangan keluar tenda pada pukul 11.00–14.00 WAS.
Adapun pada 13 Dzulhijjah atau Sabtu (30/5/2026), jemaah dijadwalkan melakukan lempar jumrah mulai pukul 05.00 hingga 12.00 WAS.
Operator :Ahmad Faiz Faqih
Host: Fiorena Jieretno
Reporter: Hasim Arfah
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
#tribuntimur #viral #video #sulsel