Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Donald Trump kembali mengubah sikap soal konflik dengan Iran.
Trump sempat menyatakan siap melanjutkan operasi militer pada Selasa (19/5/2026).
Namun beberapa jam kemudian, Trump memilih menunda rencana tersebut.
Trump mengaku ingin memberi kesempatan Iran di jalur diplomasi.
Tiga pemimpin negara Teluk disebut meminta tambahan waktu negosiasi.
Mereka berharap kesepakatan nuklir dengan Iran masih bisa dicapai.
Trump mengatakan serangan besar sebenarnya sudah siap dilakukan.
Tetapi ia memutuskan menghentikannya untuk sementara waktu.
Menurut Trump, keputusan itu bisa berlaku sementara atau permanen.
Ia juga mengklaim pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung serius.
Kepada wartawan, Trump menyebut peluang damai masih terbuka lebar.
Ini bukan pertama kalinya Trump mengubah keputusan soal Iran.
Beberapa kali ia melontarkan ancaman militer lalu membatalkannya.
Trump dinilai berusaha menghindari perang baru.
Sebelumnya, Trump memperkirakan konflik akan selesai dalam lima minggu.
Namun perang kini sudah memasuki bulan ketiga.
Situasi itu membuat posisi Trump semakin sulit, ia ingin Iran menyerah sepenuhnya.
Di sisi lain, ia ingin segera mengakhiri konflik dan mengklaim kemenangan.
Akibatnya, banyak pernyataan Trump dianggap saling bertentangan.
Pernah ia menyebut perang hampir selesai sepenuhnya.
Namun di kesempatan lain, Trump mengatakan tugas belum tuntas.
Pada April lalu, Trump juga melontarkan ancaman besar.
Ia mengatakan peradaban bisa hancur dalam satu malam.
Tetapi ancaman itu akhirnya tidak pernah diwujudkan.
Pejabat militer AS menilai Iran masih sangat kuat bertahan.
Iran disebut tetap mampu menyerang kawasan dan ekonomi global.
Persediaan nuklir Iran juga dilaporkan belum tersentuh.
Di sisi lain, dukungan publik terhadap Trump terus menurun.
Survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan hanya 37 persen.
Angka itu menjadi tantangan bagi Partai Republik.
Terutama menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.
Publik disebut makin kecewa terhadap perang yang berkepanjangan.
https://www.nytimes.com/2026/05/18/us/politics/trump-iran-strikes.html
https://www.bbc.com/news/articles/c7079e55zjro
Program: Live Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Reka Alfa, Rifqi Khusain
Reporter:
Uploader:
#viory