Video Description
#tribuntimur #tribunviral #pengamen #ganggu #kenyamanan #pengunjungpantailosari #losari
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivitas pengamen di kawasan Pantai Losari, Jl Penghibur Kecamatan Ujung Pandang terus menjadi sorotan.
Sejumlah warga menilai keberadaan pengamen yang tidak teratur membuat suasana santai di tepi pantai menjadi kurang nyaman.
Pengunjung yang datang untuk menikmati suasana sore atau malam hari kerap merasa terganggu.
Mereka mengaku didatangi pengamen secara bergantian dalam waktu yang berdekatan.
Dalam beberapa kasus, pengamen disebut datang lebih dari satu kali ke orang yang sama.
Situasi ini memunculkan kesan adanya tekanan bagi pengunjung untuk memberi uang.
Fenomena tersebut dinilai mengurangi daya tarik kawasan wisata yang menjadi ikon Kota Makassar itu.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan pihaknya tidak menutup mata terhadap berbagai keluhan yang muncul.
Ia menyebut kritik dari masyarakat justru dijadikan bahan evaluasi.
“Kalau netizen berkomentar negatif, itu kita ambil positifnya. Artinya kita harus punya strategi lagi sesuai harapan pengunjung,” kata Nanin, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pola pengamen yang berpindah dari satu titik ke titik lain menjadi akar persoalan.
Interaksi langsung yang berulang dengan pengunjung dinilai memicu rasa tidak nyaman.
“Biasanya mereka datang, gonjrang-ganjreng, lalu langsung minta uang. Kadang terkesan memaksa,” katanya.
Sebagai langkah awal penataan, pemerintah kecamatan melakukan pendataan terhadap pengamen.
Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan RT dan RW setempat.
Selain itu, Kelurahan Bulogading juga dilibatkan dalam proses tersebut.
Dari hasil pendataan, terdapat puluhan pengamen yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.
Mereka kemudian dikumpulkan untuk diberikan arahan terkait pola mengamen yang lebih tertib.
Pendekatan yang dilakukan tidak sekadar penertiban, tetapi juga pembinaan.
Pemerintah berupaya mencari solusi agar aktivitas ekonomi para pengamen tetap berjalan.
Namun di sisi lain, kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan titik khusus bagi pengamen.
Konsep ini diharapkan dapat mengubah pola mengamen yang sebelumnya berpindah-pindah.
Pengamen nantinya tidak lagi mendatangi pengunjung secara langsung.
Sebaliknya, mereka akan tampil di lokasi yang telah ditentukan.
“Pengamen yang masuk ada 40 orang, dan sudah ada koordinatornya,” ungkap Nanin.
Dengan adanya koordinator, pengaturan jadwal dan siapa yang tampil dapat lebih terkontrol.
Pemerintah juga melakukan proses seleksi terhadap pengamen yang akan tampil.
Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pertunjukan tetap terjaga.
“Kita buatkan stage supaya hanya satu atau dua yang tampil. Tidak lagi keliling ke pengunjung,” jelasnya.
Sementara itu, pengamen yang tidak mengikuti aturan akan ditindak tegas.
Langkah ini diambil untuk menjaga konsistensi penataan yang dilakukan.
“Kita sudah sampaikan, yang liar-liar jangan datang lagi ke sana,” tegas Nanin.
Pengawasan di lapangan turut melibatkan aparat penegak peraturan daerah.
Kerja sama dilakukan dengan Satpol PP serta unsur pemerintah setempat.
Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar penataan berjalan efektif.
Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak ingin hanya melakukan pelarangan.
Pendekatan yang diambil tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi.
“Kita cari strategi supaya semua senang. Pedagang senang, pengunjung nyaman, pengamen juga dapat penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.
Penataan ini juga akan terus dievaluasi secara berkala.
Pemerintah membuka kemungkinan untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Evaluasi dilakukan dengan melihat dampak langsung di lapangan.
Selain itu, masukan dari masyarakat juga akan terus diperhatikan.
“Nanti kita lihat ke depan apakah cara ini efektif atau tidak,” kata Nanin.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap kawasan Pantai Losari kembali menjadi ruang publik yang nyaman. (*)
Reporter: Siti Aminah
Narator: Rasni Gani
Supporting: Indah Amaliah (Mhs Magang UNM)
Editor: Sanovra J. R/ Tri Ahmad Fhatur Wahyu (Mhs magang UNM)
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur