Video Description
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang menyampaikan bahwa Pemerintah mulai membuka berbagai alternatif pendanaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam penjelasannya, pihak BGN menyebut bahwa skema yang sebelumnya sepenuhnya mengandalkan APBN kini akan dievaluasi agar tidak membebani keuangan negara secara penuh.
Selain APBN, sejumlah sumber pendanaan lain disebut dapat dimanfaatkan, mulai dari program CSR BUMN, investasi swasta, hingga hibah dari negara lain dan yayasan yang bersedia mendukung pembangunan fasilitas pendukung program MBG.
Bahkan untuk wilayah dengan jumlah penerima yang relatif sedikit, pemerintah menilai tidak perlu membangun dapur baru dan dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.
Di sisi lain, pergantian jajaran di BGN juga memunculkan pertanyaan terkait pengawasan dan pencegahan kebocoran anggaran.
Publik kini menantikan langkah konkret pemerintah dalam memperketat tata kelola program MBG sekaligus memastikan target penerima manfaat yang mencapai 82,9 juta orang tetap dapat diwujudkan sesuai rencana. (Timecode 00.38)
Produser: Prayogi
Editor: Joshua
Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Subscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:
website www.kompas.tv
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
X: https://x.com/KompasTV
Thread: https://www.threads.com/@kompastv
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastv.indonesia