Video Description
Obat Saat Kamu Sakit di Zaman Mesir Kuno
#faktaunik #sejarah
Dalam pembukaan video, kotoran buaya yang kamu lihat itu memang bukan sekadar dibuat-buat. Dalam masyarakat Mesir Kuno, bahan ini benar-benar digunakan sebagai salah satu metode kontrasepsi. Bahkan ada catatan yang menyebutkan: “Agar wanita tidak hamil: kotoran buaya ditumbuk dengan lumpur tanaman yang telah difermentasi…” https://muvs.org/en/contraception/barriers/crocodile-or-elephant-dung-id2519/
Di Ebers Papyrus (sekitar 1550 SM), salah satu dokumen medis tertua Mesir Kuno, sudah tercatat penggunaan darah kadal (lizard’s blood) sebagai obat. Khususnya untuk mengobati trichiasis (bulu mata tumbuh ke dalam yang bikin mata iritasi parah). http://www.ask-force.org/web/India/Bryan-CP-The-Papyrus-Ebers-searchable-1930.pdf
Sementara untuk roti berjamur (moldy bread), ceritanya agak berbeda. Memang benar, dalam Ebers Papyrus tercatat sekitar 14 resep yang menggunakan “bread” atau “loaf” sebagai bahan untuk mengobati luka, bisul, dan infeksi. Namun, teks aslinya tidak pernah secara eksplisit menyebut kata “moldy” atau “berjamur”. Orang Mesir Kuno hanya menuliskan “roti” saja. Tapi para ilmuwan dan sejarawan kedokteran modern telah mengonfirmasi bahwa mereka benar-benar menggunakan roti yang sudah berjamur. Alasannya karena roti di iklim lembab Mesir cepat berjamur, dan dari pengalaman empiris, luka yang ditutup roti itu sering membaik lebih cepat (kemungkinan karena jamur Penicillium yang menghasilkan zat antibakteri alami). Jadi praktiknya memang ada dan diakui sebagai salah satu bentuk ‘antibiotik primitif’ paling awal, meski kata ‘moldy’-nya baru ditambahkan oleh interpretasi ilmiah sekarang. Kamu bisa baca di sini https://ascopubs.org/doi/10.1200/GO.23.00146 dan di sini https://www.forbes.com/sites/scotttravers/2025/11/22/a-biologist-spotlights-the-worlds-first-antibiotics-hint-it-was-found-growing-on-ancient-egyptian-bread/
Yang terakhir, praktik pengobatan dengan menggunakan tikus mati sebagai obat tercatat dalam buku Strange Medicine: A Shocking History of Real Medical Practices Through the Ages karya Nathan Belofsky.