Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan memasuki tahap krusial.
Kedua negara disebut semakin dekat mencapai kesepakatan baru yang berpotensi memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Pada Senin (25/5/2026), Al Arabiya memperoleh salinan draf final nota kesepahaman awal (MoU) antara AS dan Iran terkait upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam rancangan tersebut, kedua negara telah mencapai kerangka kesepahaman awal yang memuat sejumlah poin penting terkait gencatan senjata, jalur perdagangan energi, hingga program nuklir Iran.
Kesepakatan awal itu mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari yang dapat diperpanjang atau diubah berdasarkan persetujuan kedua pihak.
Iran juga disebut akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional dan menjamin lalu lintas kapal dagang serta tanker minyak dapat melintas tanpa biaya tambahan.
Untuk menjamin keselamatan navigasi di kawasan tersebut, Iran akan membersihkan ranjau dan hambatan laut lain sesuai mekanisme yang disepakati.
Draf tersebut juga memungkinkan Iran kembali menjual dan mengekspor minyak dalam kerangka kesepahaman sementara antara kedua negara.
Selama periode de-eskalasi, negosiasi terkait program nuklir Iran tetap akan dilanjutkan guna mencapai kesepakatan jangka panjang.
Hal ini mencakup mengenai aktivitas nuklir, mekanisme pengawasan, dan komitmen kedua pihak.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan melonggarkan pembatasan di pelabuhan Iran dan memberi pengecualian sanksi tertentu agar Iran dapat kembali melakukan ekspor minyak.
Pelonggaran sanksi sektor minyak Iran juga disebut akan dilakukan secara bertahap sesuai implementasi komitmen bersama.
Kedua pihak turut menekankan perlunya penghentian operasi militer dan penurunan eskalasi di seluruh kawasan, termasuk Lebanon.
Poin berikutnya, draf tersebut memuat rencana pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
Sementara itu, negosiasi awal mengenai program nuklir Iran dijadwalkan berlangsung selama 60 hari pertama.
Sebagian aset dan dana Iran yang dibekukan di luar negeri juga disebut akan dicairkan pada tahap awal implementasi kesepahaman tersebut.
Mekanisme pencairan dana akan disepakati lebih lanjut melalui pembahasan teknis kedua negara.
Negosiasi mengenai pelepasan sisa aset Iran yang masih dibekukan juga akan terus dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Iran dalam rancangan tersebut tetap menegaskan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz sesuai hukum internasional.
Namun, detail teknis mengenai pengaturan di kawasan itu disebut masih menjadi pembahasan lanjutan antara kedua pihak.
Selain itu, AS dan Iran juga disebut akan secara bertahap melonggarkan pembatasan terkait blokade laut dalam waktu 30 hari sesuai mekanisme verifikasi bersama.
Meski begitu, pembahasan mengenai kehadiran militer AS di sekitar wilayah Iran masih menjadi salah satu poin yang belum disepakati sepenuhnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Al Arabiya dengan judul Al Arabiya obtains final draft of preliminary US-Iran memorandum of understanding
https://english.alarabiya.net/News/middle-east/2026/05/25/al-arabiya-obtains-final-draft-of-preliminary-usiran-memorandum-of-understanding