TribunJatim Official banner
TribunJatim Official avatar
TribunJatim Official
@tribun_jatim
Subscribers3.4M
Views2.1B
Videos82.9K
TribunJatim OfficialPublished at May 16, 2026 at 06:22 PM16:26
Menanti 35 Tahun, Relokasi Pedagang Pasar Induk Gadang Kota Malang Sukses Lewat Skema Swadaya thumbnail

Menanti 35 Tahun, Relokasi Pedagang Pasar Induk Gadang Kota Malang Sukses Lewat Skema Swadaya

21 days agoLong-tail
TRIBUNJATIMada apa hari iniperistiwa hari iniberita hari inivideo viralmenanti tahun relokasi
Published time
May 16, 2026 at 06:22 PM
Duration
16:26
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
422
Likes
0
Comments
0
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$0.19 - $1.11
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
TRIBUNJATIM
Video Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Host : Septyana Eka VP : Bimayur Reporter : Purwanto MALANG - Setelah terkatung-katung selama lebih dari tiga dekade, penataan dan relokasi pedagang di Pasar Induk Gadang (PIG) Kota Malang akhirnya menemui titik terang. Upaya pemindahan pedagang yang selama ini tumpah dan berjualan di pinggir jalan ke area yang lebih layak, kini berhasil dilaksanakan secara bertahap. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi pasar terbesar di Kota Malang tersebut. Mengingat, rencana relokasi sudah mandek sejak kepemimpinan Wali Kota terdahulu karena selalu terkendala masalah ketersediaan lahan. Koordinator pembangunan Pasar Gadang, Qodir mengungkapkan, kunci dari keberhasilan penataan kali ini adalah adanya kesepakatan antara pedagang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Mereka sepakat untuk menyewa tanah yang disediakan Pemkot yang kemudian dijadikan lokasi berjualan yang baru. "Dari dulu memang sudah ada komunikasi dengan Wali Kota sebelumnya tapi belum ada lahannya. Ya alhamdulillah sekarang Pak Wali Kota, Wahyu sudah menyewakan lahan saat ini akhirnya kita mau pindah," ujar Qodir, Jumat (15/5/2026). Menariknya, pembangunan lapak di lokasi relokasi ini dilakukan sepenuhnya secara swadaya oleh kantong para pedagang sendiri. Langkah nekat ini diambil karena para pedagang sudah merasa jenuh dengan kondisi berjualan di pinggir jalan, yang selama ini memicu kemacetan parah dan rasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan pembeli. "Sudah 30 tahun lebih rencana ini belum terlaksana. Alhamdulillah, sekarang ada solusi sewa lahan dan pedagang setuju semua untuk swadaya membangun sendiri," terang Qodir kepada SURYAMALANG.COM. Proses penataan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan roda perputaran ekonomi pedagang tetap berjalan. Sebelumnya, pedagang sempat ditawarkan untuk pindah ke area terminal. Namun, tawaran itu ditolak karena pedagang bersikeras ingin tetap berada dalam satu kawasan yang sama. Pemindahan pedagang juga dilakukan bertahap yakni pertama dari lahan bagian belakang dibangun terlebih dahulu sebagai tempat penampungan awal. Setelah area belakang siap, pedagang yang sebelumnya meluber ke jalan raya mulai masuk ke dalam. Area depan yang sudah kosong kini mulai dibongkar dan ditata untuk pembangunan sisi barat. Meski di awal relokasi beberapa pelanggan setia sempat kebingungan mencari posisi lapak langganan mereka, kini kondisi pasar diklaim jauh lebih kondusif. Arus lalu lintas di depan Pasar Gadang yang biasanya menjadi titik macet parah dan langganan keluhan pengguna jalan, kini mulai berangsur-angsur lancar. "Sekarang jualan lebih tenang, aman, dan nyaman. Pembeli juga tidak lagi terjebak macet," tutur Qodir. "Kami yakin jika pembangunan jalan di area pasar ini selesai 100 persen, omzet dan interaksi pembeli akan jauh lebih maksimal," tambahnya. Hal senada juga dikatakan Sabar selaku Pelaksana Lapangan relokasi Pasar Gadang bahwa pendekatan berbasis swadaya serta kemudahan administrasi bagi para pedagang disinyalir menjadi kunci utama di balik kelancaran tata kelola Pasar Gadang. Menurutnya, kesuksesan penataan ini tidak lepas dari para pedagang itu sendiri yang mempunyai administrasi lengkap seperti surat asli "Kenapa kok sukses? Yang utama itu gratis. Jadi gampang untuk pedagang-pedagang yang di sini. Yang punya bedak, punya surat ya gratis. Makanya sukses di sini dengan (kebijakan) seperti itu," ujar Sabar yang juga pedagang buah itu. Ia menambahkan bahwa seluruh proses pengelolaan operasional pasar kini dikembalikan kepada asas kemanfaatan bersama melalui sistem swadaya masyarakat. Model pengelolaan ini terbukti efektif dalam menjaga ketertiban tanpa memberatkan sepihak. Berdasarkan data terbaru dari pihak pengelola, total keseluruhan pedagang yang telah masuk dan menempati area pasar mencapai ribuan orang. Website: https://surabaya.tribunnews.com/ Instagram: http://instagram.com/suryaonline/ Facebook: https://www.facebook.com/SURYAonline/ YOUTUBE https://www.youtube.com/@TribunnewsSurya #suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA Website https://jatim.tribunnews.com/ Twitter https://twitter.com/tribunjatim Facebook https://www.facebook.com/tribunnewsjatim Instagram https://www.instagram.com/tribun_jatim/ #tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: TRIBUNJATIM
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.