Tribun Timur banner
Tribun Timur avatar
Tribun Timur
@tribuntimur
Subscribers9.4M
Views11.2B
Videos115K
Tribun TimurPublished at June 13, 2026 at 09:31 PM4:52

Warga Jl Titang Domina Jagokan Argentina, Brasil hingga Jerman

8 days agoActive window
Published time
June 13, 2026 at 09:31 PM
Duration
4:52
Video type
News & Politics
Channel region
Indonesia
Publish Timing Insight
Not enough timing data
This channel still lacks enough historical upload timing data. Let the channel accumulate more snapshots before evaluating the best timing.
Monetization Insight
No clear monetization tags yet
Focus on view growth, engagement quality, and topic competition to judge monetization potential.
Action Suggestion
Watch for sustained growth
The basic conditions are already in place. Keep watching 7-day views and revenue before deciding whether this topic should become a series.
Views
587
Likes
3
Comments
0
Estimated Daily Revenue
-
Estimated Total Revenue
$0.26 - $1.54
RPM Range
$0.45 - $2.63
1D Views Gain
0
7D Views Gain
0
1D Likes Gain
0
7D Likes Gain
0
1D Comments Gain
0
7D Comments Gain
0
Velocity Score
0%
Topic Cluster
Warga Jl Titang Domina
Video Description
#tribuntimur #tribunviral #wargajltitang #titangdomina #Argentina #brasil #jerman #pialadunia Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Warga Jalan Titang, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyemarakkan Piala Dunia 2026. Piala Dunia edisi ke -23 telah dimulai pada Jumat (12/6/2026). Meski berjarak 13.000-17.000 kilometer dari lokasi pergelaran Piala Dunia Meksiko, Amerika Serika (AS) dan Kanada, warga Jalan Titang tetap menyambut dengan euforia. Deretan bendera negara peserta Piala Dunia berjejeran terpasang di pagar rumah warga. Bendera dipasang sesuai negara dijagokan di turnamen terakbar sepak bola dunia tersebut. Makanya, dalam satu rumah, bisa dua-tiga bendera dikibarkan karena sang penhuni rumah beda negara favorit. Sekira ada 50 bendera telah dipasang, didominasi oleh Argentina, Brasil dan Jerman. Ada pula Spanyol, Prancis, Portugal, Belgia, Belanda, Inggris, Korea Selatan, Jepang, Qatar, Arab Saudi dan Kolombia. Pemandangan warna-warni bendera ini di sepanjang jalan 250 meter itu menciptakan suasana layaknya festival sepak bola. Jalan Titang memang dikenal sebagai Kampung Sepak Bola di Kota Makassar. Julukan ini bukan karena tempat lahirnya pesepakbola hebat, tapi euforia yang selalu dihadirkan ketika Piala Dunia digelar. Tradisi memeriahkan Piala Dunia dengan memasang bendera negara jagoan di setiap rumah telah berlangsung 40 tahun. Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar M Safar menuturkan, tradisi ini dimulai sejak tahun 1986. Kala itu Meksiko menjadi tuan rumah. Argentina yang diperkuat Diego Armando Maradona keluar sebagai kampiun. Awalnya, tak terlalu banyak orang memasang bendera, Hanya dua-tiga orang saja. Ada pasang Brasil dengan Argentina. Barulah di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat (AS), warga mulai berbondong-bondong memasang bendera negara difavoritkan. “Mulai tahun 1986, 1994 sudah mulai ramai. Boleh dikata sebagian besar rumah pasang bendera negara didukung tanpa disuruh,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com di rumahnya di Jl Titang, Jumat (12/6/2026). Ia melanjutkan, satu rumah biasanya ada banyak bendera negara dipasang. Alasannya, setiap penghuni rumah biasa mempunyai negara jagoan berbeda. “Bapak biasa beda jagoannya, anaknnya juga beda. Jadi janganki heran kalau satu rumah masing-masing lain jagoannya,” sambungnya. Bendera negara didukung ini akan dipasang hingga Piala Dunia 2026 berakhir. Meski demikian, ada regulasi harus dipatuhi. Negara yang telah gugur di Piala Dunia harus diturunkan benderanya setengah tiang. “Tidak diambil, cuma turun setengah sebagai tanda timnya telah gugur,” ujar Paya panggilan akrab M Safar. Tak hanya mengibarkan bendera, Paya menyebut, warga juga akan menggelar nonton bareng (Nobar). Ada dua sampai tiga titik Nobar digelar. Namun, biasa baru dilaksanakan ketika selesai babak penyisihan grup atau di 16 besar, “Selepas babak penyisihan baru Nobar,” katanya. Ia mengaku, bukan warga setempat yang meramaikan Nobar. Kadang ada warga luar Jalan Titang juga hadir sekadar Nobar sekaligus merasakan euforia Piala Dunia di tempat tersebut. “Banyak tempat Nobar, ada dua-tiga titik. Ada warga luar juga datang, seperti dari warga Jalan Tentara Pelajar,” ucapnya. (*) Naskah: Kaswadi Anwar Narator: Wa Ode Nurmin Editor Video : Sanovra J. R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Related Topics
Continue with closely related videos to judge topic depth and content format.
Topic: Warga Jl Titang Domina
Not enough related-topic video data yet.
Video FAQs

These FAQs clarify what this video page measures, why revenue is estimated, and how to use the page for content research.

What can you learn from this video analytics page?

This page shows views, likes, comments, RPM and revenue estimates, publish timing, topic tags, related videos, and the broader channel context behind the video.

Why are RPM and revenue numbers estimates?

Actual earnings depend on monetized playbacks, audience geography, seasonality, advertiser demand, and monetization status. CloutOrbit provides directional estimates for benchmarking, not exact payouts.

How should you use this page for content research?

Compare timing, topic tags, monetization signals, and adjacent videos from the same channel to spot formats, themes, and publishing patterns worth testing.