视频说明
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah gedung permukiman di kawasan Al-Rimal, Kota Gaza, dilalap api pada Jumat malam setelah militer Israel (IDF) mengklaim telah menargetkan Izz al-Din Al-Haddad, komandan sayap militer Hamas.
Rekaman video memperlihatkan kobaran api membesar di bangunan yang rusak parah, sementara warga berhamburan menyelamatkan diri sambil membawa anak-anak dan barang seadanya.
Ambulans dan tim pertahanan sipil Gaza juga terlihat bergegas menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan bangunan tersebut dihantam beberapa rudal tanpa adanya peringatan sebelumnya kepada warga sipil.
“Pendudukan secara langsung menargetkan gedung ini dengan beberapa rudal. Bangunan ini dihuni banyak warga sipil, terdapat sejumlah apartemen yang dipenuhi keluarga,” ujarnya.
Bassal menambahkan, serangan itu menyebabkan banyak korban jiwa, luka-luka, serta warga yang terpaksa mengungsi tanpa kepastian tempat berlindung.
Seorang warga setempat, Tawfiq al-Jamal, mengungkapkan kemarahannya terhadap situasi di Gaza yang menurutnya masih terus dihantam serangan meski ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
“Gencatan senjata apa yang mereka bicarakan? Itu hanya ada di atas kertas. Kalau ada yang mengatakan ada gencatan senjata, itu bohong,” katanya.
Ia juga menyebut serangan terhadap warga sipil terus terjadi hampir setiap hari.
“Setiap hari ada pembantaian. Ini gedung sipil yang dipenuhi orang-orang tak bersalah. Korbannya anak-anak dan perempuan. Untuk apa semua ini?” tambahnya.
Media Palestina melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel yang menghantam sebuah apartemen dan kendaraan sipil di Gaza.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz mengonfirmasi operasi penargetan terhadap Izz al-Din Al-Haddad.
Dalam pernyataan bersama, Israel menuduh Al-Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, serta serangan terhadap ribuan warga dan tentara Israel, termasuk keterlibatannya dalam penyanderaan warga Israel.
Perang Israel-Hamas sendiri pecah sejak 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan serangan ke wilayah selatan Israel yang menewaskan lebih dari seribu orang dan menyandera ratusan lainnya.
Sebagai balasan, operasi militer Israel di Jalur Gaza terus berlangsung hingga kini.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebut puluhan ribu warga telah tewas dan ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka sejak konflik dimulai.
Pada Januari lalu, Utusan Timur Tengah Amerika Serikat, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya fase kedua “Trump Plan”, sebuah rencana 20 poin yang bertujuan mengakhiri konflik Gaza.
Tahap tersebut mencakup proses perlucutan senjata Hamas, pembentukan pemerintahan teknokratis, serta dimulainya rekonstruksi Gaza.
https://www.viory.video/en/videos/a3076_15052026/what-ceasefire-are-they-talking-about-fire-engulfs-gaza-building-as-idf-claims-it-targeted-hamas-commander
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Anggraini Puspasari
Sumber: Viory
#Gaza #Israel #Hamas #PerangGaza #IsraelVsHamas #GazaUnderAttack #Palestina #Israel #AlRimal #BenjaminNetanyahu #IDF #GencatanSenjata