视频说明
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Rudal China dituduh menembak pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS.
Adapun jet tempur AS itu jatuh di atas Iran pada April 2026.
Menanggapi tuduhan tersebut, China memberikan respons keras.
Secara tegas, China membantah memberikan bantuan militer ke Iran.
Kedutaan Besar China menyebut tuduhan itu sebagai fitnah tanpa dasar dan asosiasi yang bermaksud buruk.
Sementara para pejabat intelijen AS menilai Beijing sedang mempersiapkan bantuan militer besar-besaran ke Iran.
Intelijen AS menyebut China bersiap mentransfer sistem pertahanan udara tambahan ke Iran.
Meski rincian transfer bantuan masih belum jelas, namun AS menyebut pengiriman akan dilakukan melalui pihak ketiga.
Diketahui sebelumnya, sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS yang ditembak jatuh di atas Iran.
National Interest melaporkan dugaan jet tempur AS itu jatuh ditembak rudal China.
Insiden itu pun sedang diselidiki lebih lanjut.
Para penyelidik meyakini jet AS terkena sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) buatan China.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut, serangan balasan Iran tidak terlalu kuat.
Pernyataan ini merujuk pada eskalasi terbaru di Timur Tengah yang menyebabkan Bandara Internasional Kuwait rusak.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (3/6/2026), Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Ia lantas mengklaim bahwa Teheran menyetujui permintaan tersebut.
"Kita menyerang mereka dengan sangat keras pada hal lain, yang tidak terkait. Dan karena itu mereka merespons. Tetapi tidak terlalu kuat," kata Trump.
Di sisi lain, pasukan AS menyerang sebuah kapal tanker yang sedang menuju Pulau Kharg.
Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih kapal itu melanggar blokade yang diberlakukan terhadap pelabuhan Iran.
Laporan lain menyebutkan bahwa serangan AS merusak menara telekomunikasi Iran di Pulau Qeshm.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Namun, kerusakan justru dialami Bandara Internasional Kuwait dengan laporan satu orang tewas dan puluhan terluka.
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk keras serangan tersebut dan menuduh Iran telah meningkatkan eskalasi.
Namun, IRGC membantah bahwa kerusakan di bandara akibat tembakan rudalnya.
Dari hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, Bandara Kuwait dihantam oleh rudal Patriot AS yang gagal melakukan pencegatan.
(Tribun-Video.com)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory