KOMPASTV banner
KOMPASTV avatar
KOMPASTV
@kompastv
订阅数2000万
总播放163.2亿
视频数40.4万
KOMPASTV发布于 2026年6月17日 09:4632:21

DPR Respons Survei Litbang Kompas soal Kondisi Ekonomi Indonesia: 56% Warga Menilai Buruk

5天前爆发期
发布时间
2026年6月17日 09:46
视频时长
32:21
视频类型
新闻与政治
频道地区
印度尼西亚
发布时间判断
发布时间判断数据不足
当前频道还缺少完整的历史发布时间模式,建议继续累积频道数据后再观察最佳时段命中情况。
商业化判断
暂无明确商业化标签
当前视频更适合从播放增速、互动质量和同主题竞争情况来判断后续变现空间。
动作建议
优先观察持续增长能力
当前视频基础条件较完整,建议继续观察近7日播放和收入是否稳定抬升,再决定是否扩写成系列内容。
播放量
7885
点赞数
117
评论数
59
日预估收入
-
累计预估收入
$3.55 - $20.74
RPM 区间
$0.45 - $2.63
1日涨播放
0
7日涨播放
0
1日涨点赞
0
7日涨点赞
0
1日涨评论
0
7日涨评论
0
速度分
0%
主题聚类
berita kompas
视频说明
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah daerah dengan tuntutan perbaikan kondisi ekonomi. Di Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia. Dalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ada lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, di antaranya menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik. Namun, Dudung menekankan bahwa kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah. Dudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat. Demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kondisi bangsa di sejumlah kota mengindikasikan adanya keresahan yang dirasakan masyarakat luas. Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam orasi para demonstran. Seruan mahasiswa tersebut hampir serupa dengan temuan Survei Litbang Kompas yang dilakukan secara nasional pada 16 hingga 22 April 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Hasilnya, sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian bangsa saat ini sedang buruk. Bahkan, jika dibandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya dinilai semakin memburuk. Sementara itu, jumlah masyarakat yang menyatakan penghasilannya menurun meningkat menjadi 32,5 persen. Rinciannya, hampir 2 persen karena terkena PHK dan sekitar 30 persen lainnya karena usaha yang dijalankan lesu atau melambat. Hal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang relatif melambat sehingga turut berdampak pada usaha-usaha yang dijalankan masyarakat secara luas. Situasi tersebut tentu berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga di Indonesia. Pada kondisi terkini, mayoritas responden menyatakan ekonomi keluarganya berada dalam fase yang tidak stabil. Hampir 48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, sekitar 4 persen berada dalam situasi bergejolak, dan hampir 4 persen lainnya berada dalam kondisi kritis. Pada saat bersamaan, terjadi fenomena kenaikan harga-harga secara umum akibat krisis geopolitik hingga alokasi anggaran kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Kondisi tersebut membuat perekonomian nasional dipenuhi ketidakpastian. Masyarakat dibayangi sejumlah kekhawatiran yang berpotensi semakin memberatkan beban hidup. Salah satu yang paling banyak diutarakan responden adalah kenaikan harga bahan pokok. Dalam survei Litbang Kompas pada April lalu, jumlah responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok hampir menyentuh 40 persen. Sementara itu, 12,9 persen responden mengkhawatirkan penurunan pendapatan usaha atau gaji, dan sekitar 10 persen mengkhawatirkan kehilangan atau kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dari sejumlah data tersebut terlihat bahwa seruan mahasiswa yang berdemonstrasi saat ini merupakan salah satu respons terhadap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat. Untuk membahas hal tersebut, KompasTV menghadirkan Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino. KompasTV juga telah mengundang Badan Komunikasi RI, namun hingga dialog berlangsung belum ada respons untuk bergabung. Producer: Shinta Millenia #ekonomi #demo #demomahasiswa #bbm #mbg Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. Subscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui: website www.kompas.tv Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV Instagram: https://www.instagram.com/kompastv X: https://x.com/KompasTV Thread: https://www.threads.com/@kompastv TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastv.indonesia
同主题推荐
围绕当前主题继续看高相关视频,帮助判断选题空间和内容形态。
主题:berita kompas
暂无足够的同主题视频数据。
视频常见问题

以下问题重点解释这条视频能看什么、收益为何是估算值,以及如何把它用于内容研究与竞品分析。

这个视频页能看出什么?

你可以查看播放、点赞、评论、RPM 与收益估算、发布时间、主题标签、相关视频以及所属频道背景,用来判断内容表现和后续选题方向。

为什么 RPM 和收益只是估算值?

实际收入会受到广告填充率、受众地区、季节性、广告主需求与是否开启变现等因素影响,因此页面给出的数字更适合做趋势判断和横向比较。

怎么用这个视频页做内容研究?

建议结合发布时间、主题标签、相关视频与频道历史内容,观察什么题材、节奏和发布窗口更容易拿到播放与商业化表现。