视频说明
#tribuntimur #tribunviral #wamenhaj #dahnil #focus #diplomasi #pengawasan #layanan #jemaahhaji #haji
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan Tim Amirul Hajj Indonesia mulai bergerak melakukan pengawasan dan diplomasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 setibanya di Arab Saudi, Senin (18/5/2026).
Dahnil yang bertindak sebagai Naib Amirul Hajj atau Wakil Amirul Hajj mengatakan, kedatangan hari ini merupakan rombongan pertama Tim Amirul Hajj setelah menempuh penerbangan lebih dari sembilan jam dari Jakarta menuju Jeddah.
“Hari ini adalah ketibaan pertama Tim Amirul Hajj. Amirul Hajj sendiri yaitu Menteri Haji dan Umrah RI akan tiba besok,” ujar Dahnil kepada wartawan di Jeddah.
Menurutnya, Tim Amirul Hajj tahun ini terdiri dari 13 orang yang berasal dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga organisasi keagamaan. Mereka dibagi menjadi tiga tim untuk memantau berbagai sektor pelayanan jemaah selama di Tanah Suci.
Dahnil menjelaskan, Amirul Hajj memiliki tiga fungsi utama, yakni diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi, pengendalian pelayanan haji, serta pemantauan pelaksanaan ibadah haji di lapangan.
“Amirul Hajj adalah representasi negara untuk melakukan diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sebagai host penyelenggaraan haji,” katanya.
Dalam struktur tersebut, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Purnawirawan Suntana ditugaskan melakukan evaluasi dan diplomasi terkait sistem transportasi jemaah di Arab Saudi, termasuk mobilitas menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Selain fokus pelayanan, pemerintah juga mulai menyoroti pengembangan ekosistem ekonomi haji. Dahnil menyebut beberapa anggota Amirul Hajj diberi tugas khusus mempelajari potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dalam penyelenggaraan haji Indonesia ke depan.
“Ada tokoh-tokoh yang kami minta fokus mempelajari pengembangan ekonomi haji sesuai arahan Presiden,” ujarnya.
Di sisi lain, Dahnil mengklaim penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan banyak perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut persoalan klasik seperti keterpisahan mahram dan distribusi kartu nusuk kini jauh lebih terkendali.
“Alhamdulillah sampai hari ini kami tidak menemukan lagi kasus keterpisahan mahram seperti sebelumnya. Kartu nusuk juga sebagian besar sudah dibagikan sejak di Indonesia,” katanya.
Ia juga memastikan layanan konsumsi jemaah sejauh ini berjalan baik tanpa adanya laporan besar terkait makanan maupun pelayanan dasar lainnya.
Meski demikian, pemerintah masih memberi perhatian serius terhadap faktor kesehatan jemaah, terutama menjelang fase puncak ibadah haji.
“Catatan terbesar kami tetap masalah kesehatan jemaah. Itu yang terus kami pantau dan perbaiki,” ujar Dahnil.
Ia pun mengimbau seluruh jemaah Indonesia menjaga kondisi fisik, pola makan, serta tidak memaksakan diri selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Narator: Wa Ode Nurmin
Editor:Rasmi Padanun(Mhs Magang UNM)/Sanovra J.R
Supporting:A. Ariesta Widya Sari Arsyad
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com Hasim Arfah dari Makkah
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur