视频说明
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Bantargebang menjadi salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia.
Berdasarkan laporan UCLA yang menggunakan data satelit Carbon Mapper, Bantargebang menghasilkan 6,3 ton gas metana per jam.
Emisi tersebut selalu terdeteksi setiap kali satelit melintas di atas Bantargebang.
Dilansir dari Viory pada Sabtu (16/5), masuknya sampah secara terus-menerus menyebabkan tumpukan sampah membengkah hingga 80 juta ton.
Setiap harinya lebih dari 7.300 ton sampah bertumpuk di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Warga setempat tinggal di dekat tumpukan sampah yang menghasilkan 6,3 ton gas metana per jam tersebut.
Warga bernama Lamto mengatakan bahwa dirinya hanya bisa pasrah dan harus tetap kuat tinggal di dekat TPST Bantargebang.
Adapun metana merupakan gas rumah kaca yang memerangkap panas lebih dari 80 kali lebih efektif daripada karbon dioksida.
Tanpa pengelolaan sanitasi yang efektif, Bantargebang menjadi lokasi berbahaya.
Ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prasetiadi mengatakan pemerintah perlu segera mengatasi pengelolaan limbah yang sistematis terkait Bantargebang. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Viory dengan judul Tempat pembuangan sampah Bantar Gebang - Kehidupan di samping titik panas metana terburuk kedua di dunia di Indonesia, https://www.viory.video/en/videos/a3070_15052026/bantar-gebang-landfill-life-beside-the-world-s-second-worst-methane-hotspots-in-indonesia
Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader:
#viory