视频说明
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/news/939353/tangis-haru-nenek-painah-lihat-kabah-berhasil-menabung-40-tahun-demi-ibadah-haji-di-tanah-suci
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Perjalanan haji Painah dimulai bukan dari ruang tunggu bandara, melainkan dari pasar kecil di Wonosobo Barat.
Perjuangan untuk bisa melihat Ka'bah telah dimulai 40 tahun yang lalu olehnya.
Perempuan 65 tahun itu telah menghabiskan waktunya dengan memetik dan menjual daun pisang demi satu impiannya yakni bisa berangkat ke Tanah Suci.
Setiap dini hari pukul 01.30, Painah berjalan menuju Pasar Pagi Wonosobo sambil memanggul daun pisang hasil kebunnya sendiri.
Daun-daun itu dijual dengan harga Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram.
Penghasilannya tak menentu, kadang hanya Rp 15 ribu sehari, kadang mencapai Rp200 ribu jika dagangan laris.
Namun dari uang sederhana itulah ia menabung sedikit demi sedikit untuk biaya haji.
Painah mulai mendaftar haji pada 2012 menggunakan uang receh yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Selama masa tunggu 14 tahun, ia terus menyimpan harapan agar suatu hari bisa melihat Tanah Suci dengan mata kepalanya sendiri.
Tahun 2026 menjadi jawaban atas doa panjangnya.
Painah akhirnya tiba di Jeddah sebagai jemaah Kloter YIA 22 bersama putranya, Sabar Munasir.
Tangis haru pun pecah ketika ia menginjakkan kaki di Arab Saudi.
Kisah Painah menjadi pengingat bahwa jalan menuju Baitullah tidak selalu dibangun oleh harta berlimpah.
Kadang jalan itu disusun perlahan dari uang receh, kerja keras sebelum Subuh, dan keyakinan yang dijaga selama puluhan tahun. (Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Nurma Aisyah
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: Panji Anggoro Putro