影片說明
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan total 124 korban terdampak.
Dudy menjelaskan, dari total korban, sebanyak lima orang masih menjalani perawatan.
Sementara 103 korban lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Pernyataan itu disampaikan Dudy saat rapat berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam paparannya, Dudy menjelaskan rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.
KRL Jakarta-Cikarang KA 5568A disebut tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB atau lebih cepat satu menit dari jadwal.
Sementara KA Sawunggalih 116B tiba pada pukul 20.35 WIB dengan keterlambatan lima menit.
KA Sawunggalih kemudian berhenti untuk menaikkan penumpang dan melintas di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.39 WIB.
Situasi mulai berubah ketika sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah rel.
Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B rute Cikarang-Jakarta menabrak kendaraan tersebut hingga memicu kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian.
Dudy menjelaskan bahwa kereta sempat melaju sebelum akhirnya berhenti akibat banyaknya warga yang mendatangi lokasi setelah insiden tabrakan dengan taksi.
Di saat bersamaan, KRL Jakarta-Cikarang KA 5568A yang mengalami keterlambatan tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB.
Terdapat pula rangkaian KRL lain yang berada di belakangnya.
Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.51 WIB dengan kecepatan 108 kilometer per jam atau lebih cepat tiga menit dari jadwal perjalanan.
Dudy menyebut tabrakan terjadi pada pukul 20.52 WIB.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman