影片說明
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Global Sumud Flotilla (GSF) menuding Israel melakukan agresi ilegal di laut lepas.
Mereka mengklaim pasukan Israel menembaki enam kapal bantuan.
Israel juga dituduh memakai meriam air dan menabrak salah satu kapal.
Kementerian luar negeri Israel membantah penggunaan peluru tajam.
Israel menegaskan blokade laut Gaza tetap sah dan akan ditegakkan.
Seluruh aktivis disebut telah dipindahkan ke kapal milik Israel.
Mereka dijanjikan akses bertemu perwakilan konsuler setelah tiba di Israel.
Para aktivis dilaporkan ditahan di pelabuhan Ashdod.
Sorotan kemudian tertuju pada Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
Ben-Gvir mengunggah video kunjungannya ke lokasi penahanan aktivis.
Video itu diberi judul “Selamat datang di Israel”.
Dalam rekaman itu, seorang aktivis perempuan berteriak “Bebaskan Palestina”.
Petugas keamanan terlihat menekan aktivis tersebut saat Ben-Gvir melintas.
Ben-Gvir lalu tampak mengibarkan bendera besar Israel di dekat para aktivis.
Puluhan aktivis terlihat berlutut dengan tangan terikat di belakang.
Kepada mereka, Ben-Gvir berkata, “Kami adalah penguasanya.”
Aktivis lain juga terlihat berlutut di dek kapal.
Saat itu lagu kebangsaan Israel diputar di lokasi.
Video tersebut memicu kecaman dari berbagai negara.
Menariknya, kritik juga datang dari menteri luar negeri Israel sendiri.
Gideon Saar menilai tindakan Ben-Gvir telah merugikan Israel.
Ben-Gvir langsung membalas kritik tersebut melalui media sosial.
Ia mengatakan Israel bukan negara yang bisa ditekan pihak luar.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhirnya ikut memberi teguran.
Netanyahu menegaskan Israel berhak mencegah kapal menuju Gaza.
Namun ia menilai cara Ben-Gvir menangani aktivis tidak sesuai nilai Israel.
Netanyahu juga memerintahkan deportasi para aktivis dilakukan secepat mungkin.
GSF mengatakan kapal mereka membawa bantuan untuk warga Gaza.
Muatan bantuan disebut berupa makanan, susu bayi, dan perlengkapan medis.
Kondisi warga Gaza disebut masih sangat memprihatinkan.
Sebagian besar penduduk dilaporkan masih hidup dalam pengungsian.
Israel membantah Gaza kekurangan bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Israel mengklaim jutaan ton bantuan telah masuk dalam tujuh bulan terakhir.
Namun PBB menyebut banyak keluarga masih tinggal di tenda dan bangunan rusak.
Akses air bersih dan layanan dasar juga disebut sangat terbatas.
PBB juga menyoroti hambatan distribusi bantuan kemanusiaan.
Banyak peralatan penting disebut sulit masuk ke wilayah Gaza.
PBB mencatat tidak semua bantuan yang disetujui berhasil masuk ke Gaza.
Sebagian bantuan bahkan dikembalikan ke tempat asalnya.
https://www.bbc.com/news/articles/clyp32weyn8o
Program: Live Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Reka Alfa, Rifqi Khusain
Reporter: