影片說明
#tribuntimur #tribunviral #usaha #pavingblok #rumahan #sidrap #bertahan #kenaikanharga #material
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Usaha paving blok rumahan di Desa Allakkuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap tetap bertahan di tengah kenaikan harga material bangunan, Kamis (14/5/2026).
Desa Allakkuang dikenal sebagai salah satu desa industrial di Kabupaten Sidrap.
Karena banyak menghasilkan produk berbahan alam, seperti cobek-cobek, batu nisan, hingga paving blok dan batako.
Meski menggunakan peralatan sederhana dan proses produksi manual.
Para pengrajin tetap mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
Salah seorang pengrajin mengaku mampu memproduksi sekitar seribu paving blok dalam sehari bersama para pekerja lainnya.
“Biasanya saya bersama keempat teman ditargetkan harus menyelesaikan seribu paving blok dalam sehari. Karena permintaan pasar yang terus meningkat,” Kata Rian.
Rian juga mengatakan permintaan datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Permintaan ada dari Makassar, Bone, dan Soppeng,” tambahnya.
Aktivitas produksi dimulai sejak pagi hari dengan mencampur semen dan pasir.
Lalu mencetak paving dalam mesin satu per satu sebelum dijemur di bawah terik matahari.
Pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga ekstra karena seluruh proses masih mengandalkan tenaga manusia.
Di balik debu semen dan panas matahari, usaha kecil itu menjadi sumber penghasilan bagi sejumlah keluarga di desa tersebut.
Selain pemilik usaha, industri paving blok rumahan juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan berbagai daerah yang kebanyakan dari kalangan anak muda.
Saat ini, harga paving blok di pasaran berkisar Rp90 ribu hingga Rp135 ribu per meter persegi, tergantung jenis dan kualitas material yang digunakan.
Permintaan paving blok disebut terus meningkat seiring pembangunan rumah dan infrastruktur di berbagai daerah.
Kondisi itu membuat para pengrajin harus bekerja lebih keras agar pesanan pelanggan dapat terpenuhi tepat waktu. Meski menghadapi kenaikan harga semen dan bahan baku lainnya.
Para pelaku usaha berharap produksi tetap berjalan stabil agar penghasilan pekerja tidak terdampak
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin
Narator: Wa Ode Nurmin
Editor Video : Sanovra J. R
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur