影片說明
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Donald Trump kembali menjadi pusat perhatian setelah tampak tertidur sejenak dalam sebuah pengarahan mengenai industri batu bara di Ruang Oval pada Kamis sore.
Trump, yang kini berusia 79 tahun, terlihat memejamkan mata cukup lama dan bersandar di kursinya saat didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, Menteri Energi Chris Wright, dan Administrator EPA Lee Zeldin.
Menanggapi insiden tersebut, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle (32), membantah keras tudingan itu. Dalam pernyataan resminya kepada Daily Beast, Ingle menyebut Trump sebagai presiden paling energik dalam sejarah Amerika dan menuduh balik media menyebarkan teori konspirasi tanpa dasar.
Di luar insiden tersebut, pengarahan tetap berjalan dengan pembahasan seputar kincir angin, konflik Iran, kebijakan ekonomi, rencana intervensi di Kuba, hingga agenda Trump menghadiri Final NBA di New York.
Kendati dibantah oleh sekutu politiknya seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio, isu kesehatan fisik Trump terus menjadi kekhawatiran publik sepanjang tahun 2026.
Hal ini diperkuat oleh analisis medis dari Dr. Jonathan Reiner, mantan ahli jantung Wakil Presiden Dick Cheney, yang menyatakan bahwa Trump menunjukkan gejala somnolensi atau rasa kantuk siang hari yang parah, yang dikategorikan sebagai kondisi medis serius.
Sementara itu, China diprediksi sedang mengikis kekuatan udara Barat.
Hal ini terjadi seusai dua insiden yang membuat AS hingga negara Barat malu lantaran keok dari China.
Adapun insiden pertama terjadi saat rudal PL-15E buatan China menembak jatuh milik India pada 2025.
India mengakui pihaknya telah kehilangan satu Rafale buatan Prancis.
Namun saat itu, India menyatakan bahwa pesawat tersebut jatuh akibat gangguan teknis di ketinggian tinggi.
Meski begitu, Pakistan mengklaim sejatinya Rafale ditembak jatuh oleh rudal udara-ke-udara buatan China.
Insiden itu juga akan menjadi kehilangan tempur pertama bagi pesawat tempur Rafale buatan Prancis.
Sementara terbaru, insiden kedua terjadi saat rudal buatan China menembak jatuh jet tempur F-15 milik AS.
Peristiwa itu terjadi pada (3/4/2026) saat jet tempur AS memasuki wilayah udara Iran.
National Interest melaporkan dugaan jet tempur AS itu jatuh ditembak rudal China.
Insiden itu pun sedang diselidiki lebih lanjut.
Para penyelidik meyakini jet AS terkena sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) buatan China.
Namun Kedutaan Besar China membantah tuduhan tersebut.
Pihaknya menyebut tuduhan itu sebagai fitnah tanpa dasar dan asosiasi yang bermaksud buruk.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rafale hingga F-15 Tumbang, Senjata Buatan China Mulai Kikis Dominasi Kekuatan Udara Barat , https://www.tribunnews.com/internasional/7838185/rafale-hingga-f-15-tumbang-senjata-buatan-china-mulai-kikis-dominasi-kekuatan-udara-barat.
Penulis: Malvyandie Haryadi
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory