Tribun Timur banner
Tribun Timur avatar
Tribun Timur
@tribuntimur
訂閱數937萬
總播放111.6億
影片數11.4萬
Tribun Timur發布於 2026年5月21日 上午12:023:18
Warga Tolak Lokasi Proyek PSEL Dikembalikan ke Bira Tamalanrea thumbnail

Warga Tolak Lokasi Proyek PSEL Dikembalikan ke Bira Tamalanrea

18 天前長尾期
ke Bira TamalanreaWarga Tolak LokasiProyek PSELDikembalikanwarga tolak lokasi
發布時間
2026年5月21日 上午12:02
影片時長
3:18
影片類型
新聞政治
頻道地區
印尼
發布時間判斷
發布時間判斷資料不足
當前頻道仍缺少完整的歷史發布時間模式,建議繼續累積頻道資料後再觀察最佳時段命中情況。
商業化判斷
暫無明確商業化標籤
當前影片更適合從播放增速、互動品質和同主題競爭情況來判斷後續變現空間。
動作建議
優先觀察持續成長能力
當前影片基礎條件較完整,建議繼續觀察近7日播放和收入是否穩定抬升,再決定是否擴寫成系列內容。
播放量
379
按讚數
0
留言數
0
日預估收入
-
累計預估收入
$0.17 - $1
RPM 區間
$0.45 - $2.63
1日漲播放
0
7日漲播放
0
1日漲按讚
0
7日漲按讚
0
1日漲留言
0
7日漲留言
0
速度分
0%
主題聚類
ke Bira Tamalanrea
影片說明
#tribuntimur #tribunviral #wargatolak #lokasiproyek #proyekPSEL #bira #tamalanrea Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebijakan pemerintah pusat mengembalikan lokasi rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Kecamatan Tamalanrea menuai gelombang penolakan. Warga Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, menyatakan keberatan. Alasannya jelas, lokasi pembangunan dinilai terlalu dekat dengan permukiman. Kondisi tersebut disebut berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan serta lingkungan. Aspirasi warga disampaikan langsung dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Makassar, bersama perwakilan masyarakat yang tergabung dalam gerakan penolakan pembangunan PSEL. Agenda berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (19/5/2026). Dalam pertemuan itu, hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Asisten II Pemkot Makassar Zainal Ibrahim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Helmy Budiman dan jajarannya. Sementara perwakilan masyarakat dipimpin Akbar Adhy. "Kedatangan kami ke sini tidak lain untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Kami ingin bertemu langsung dengan Bapak Wali Kota untuk menyuarakan penolakan terhadap PSEL di wilayah kami Tamalanrea," ujarnya. Pertemuan tersebut semakin menegaskan bahwa penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL di Kecamatan Tamalanrea tidak hanya datang dari tokoh masyarakat. Tetapi juga dari warga secara luas, termasuk kalangan perempuan yang merasa khawatir terhadap dampak jangka panjang bagi keluarga dan lingkungan mereka. Akbar juga menyinggung proses pembahasan proyek tersebut pada tingkat pusat, termasuk saat sidang yang melibatkan Kementerian Keuangan dan pihak PT Sarana Utama Sinergi (PT SUS). Tokoh masyarakat lainnya, Azis, turut menyampaikan keberatan warga terhadap keputusan sepihak Pemerintah pusat dan PT SUS. Ia menyebutkan proses awal perencanaan proyek PSEL tidak transparan. Minim pelibatan masyarakat, sehingga proyek PSEL menjadikan masyarakat sebagai tumbal. Azis menegaskan, sejak awal kehadiran PT SUS, tidak pernah melalui komunikasi yang terbuka dengan warga setempat. "Awal mula, pihak PT SUS datang ke kampung kami bukan sebagai tamu yang baik. Kehadirannya terkesan tertutup, seolah banyak hal yang disembunyikan," ujarnya. Dia menjelaskan, masyarakat awalnya tidak mengetahui rencana pembangunan PSEL. Informasi yang beredar saat itu hanya sebatas persoalan sengketa lahan, tanpa penjelasan adanya proyek pengolahan sampah. Kecurigaan warga mulai muncul ketika muncul kabar dari pemerintah setempat terkait rencana pembangunan pabrik sampah di wilayah tersebut. "Awalnya masyarakat tidak tahu. Yang kami dengar hanya soal sengketa lahan. Tapi kemudian ada informasi akan dibangun pabrik sampah, di situ warga mulai resah," katanya. Azis juga menyoroti ketidaksesuaian antara waktu penandatanganan proyek dengan pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, proyek tersebut telah berjalan sejak periode 2020 hingga 2023, sementara sosialisasi baru dilakukan pada Mei 2025. "Ini yang jadi pertanyaan besar bagi kami. Proyek sudah berjalan lebih dulu, sementara sosialisasi ke masyarakat dilakukan belakangan," tuturnya. "Apakah dalam proses perizinan masyarakat memang tidak perlu dilibatkan?" lanjut dia, penuh tanya. Ia menambahkan, masyarakat sempat melakukan aksi unjuk rasa dan mendatangi DPRD untuk mencari kejelasan. Namun, hasilnya justru semakin menimbulkan tanda tanya. "Waktu kami ke DPRD, tapi tidak ada satu pun yang mengetahui secara jelas soal proyek ini. Jadi sebenarnya siapa yang tahu," ungkapnya. Dia juga mempertanyakan keberadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang hingga kini belum pernah disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat. "Sampai sekarang kami belum tahu, apakah AMDAL itu benar-benar ada atau tidak. Ini yang membuat kami semakin khawatir," pungkasnya. Penolakan warga pun semakin menguat, seiring munculnya berbagai pertanyaan terkait transparansi, proses perizinan, serta dampak lingkungan dari rencana pembangunan PSEL di kawasan permukiman tersebut. Selain tokoh masyarakat, suara penolakan juga datang dari kalangan ibu rumah tangga. Dalam forum tersebut, Sinar, salah satu warga Tamalanrea, menyampaikan keresahan sekaligus harapannya kepada Wali Kota Makassar. Reporter: Siti Aminah Narator: Wa Ode Nurmin Editor Video : Sanovra J. R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
同主題推薦
圍繞當前主題繼續看高相關影片,幫助判斷選題空間和內容形態。
主題:ke Bira Tamalanrea
暫無足夠的同主題影片資料。
影片常見問題

以下問題聚焦這支影片能提供哪些洞察、收益為何是估算值,以及如何用它做內容研究。

這個影片頁能看出什麼?

你可以查看觀看、按讚、留言、RPM 與收益估算、發布時間、主題標籤、相關影片以及所屬頻道背景,用來判斷內容表現與後續選題方向。

為什麼 RPM 和收益只是估算值?

實際收入會受到廣告填充率、受眾地區、季節性、廣告需求與是否開啟營利等因素影響,因此這些數字更適合拿來看趨勢與做橫向比較。

怎麼用這個影片頁做內容研究?

建議搭配發布時間、主題標籤、相關影片與頻道歷史內容,觀察哪些題材、節奏與發布時段更容易帶來觀看與商業化表現。